Homepage > Asia > Isi artikel

Media AS: India dan Pakistan kembali menembak di Kashmir, saling membombardir target militer dan desa masing-masing

Jaringan berita melaporkan pada 7 Maret bahwa media AS mengatakan bahwa meskipun India dan Pakistan secara bertahap meredakan hubungan diplomatik, kedua pasukan pecah pada 6 Maret dan bersama-sama membombardir satu sama lain militer di dekat garis kontrol aktual di Kashmir. Pos terdepan dan desa.

Menurut laporan Associated Press pada 6 Maret, kedua pasukan menuduh satu sama lain memimpin dalam meluncurkan serangan penembakan dan senjata ringan. Saat ini tidak ada laporan korban.

Laporan itu mengatakan bahwa hubungan India-Pakistan telah berada dalam ketegangan tinggi sejak pesawat-pesawat tempur India memasuki wilayah yang dikuasai Palestina pekan lalu dan memberlakukan apa yang disebut serangan pre-emptive terhadap militan.

Pakistan kemudian membalas dengan menembak jatuh dua pesawat India dan menangkap seorang pilot. Belakangan, Pakistan mengambil sikap damai dan mengirim pilot kembali ke India. Kedua negara juga melanjutkan layanan bus dan kereta yang sebelumnya ditangguhkan. Ini adalah konflik paling serius antara kedua pihak sejak Pakistan mengirim pasukan darat ke Kashmir yang dikuasai India pada 1999.

Laporan itu mengatakan bahwa situasi saat ini di perbatasan masih tegang. Konflik terbaru terjadi di berbagai lokasi di sepanjang garis kontrol aktual di Kashmir. Kedua negara mengklaim kedaulatan atas seluruh Kashmir.

Kedua pihak menuduh pihak lain melanggar perjanjian gencatan senjata tahun 2003 dan mengklaim bahwa tindakan pembalasan mereka tepat dan efektif.

Laporan itu mengatakan bahwa meskipun atmosfer berbahaya sulit untuk dihilangkan, masih ada banyak penduduk yang tinggal di pegunungan terjal dan hutan lebat di kedua sisi garis kontrol. Kekerasan perbatasan sering terjadi antara kedua negara. Berbagai konflik skala kecil telah menyebabkan ratusan kematian warga sipil, serta kerugian ternak dan harta benda.

Berita Internasional Terbaru