Homepage > Asia > Isi artikel

Tidak ada homoseksualitas di Malaysia? Menteri Pariwisata Malaysia bergegas menjelaskan

Hari ini, sejumlah media asing melaporkan pernyataan Menteri Pariwisata Malaysia Muhammaddin tentang homoseksualitas di ITB Berlin di Jerman pada tanggal 5: Malaysia tidak memiliki homoseksualitas.

Menurut CNN, seorang wartawan Jerman bertanya pada Muhammaddin pada saat itu, apakah Malaysia menyambut pelancong gay?

Saya tidak berpikir ada apa pun di negara kami (hal seperti itu), jawab Muhammaddin.

Dilaporkan bahwa Muhammadine juga menghindari pertanyaan wartawan tentang keamanan kelompok LGBT dan wisatawan Yahudi.

Karena itu, banyak media asing menafsirkan pernyataan Muhammadin sebagai: Muhammaddin mengatakan bahwa tidak ada homoseksualitas di Malaysia.

Pada tanggal 7, Muhammad mengeluarkan pernyataan di Twitter yang menjelaskan situasi saat itu.

Menurut CNN, Muhammadin mengatakan dalam pernyataannya bahwa jawabannya saat itu adalah: Malaysia tidak memiliki kegiatan pariwisata khusus untuk komunitas LGBT. Dia menambahkan bahwa Malaysia telah mengadopsi kebijakan terbuka dalam menyambut turis asing dan tidak akan memaksakan hambatan yang tidak perlu pada mereka karena orientasi seksual, kepercayaan agama dan praktik budaya mereka.

Muhammaddin juga menulis dalam pernyataannya bahwa Malaysia, sebagai negara berdaulat, memiliki pandangan sendiri tentang komunitas LGBT dan Israel dan berharap bahwa negara-negara lain dapat menghormati kedaulatan nasional mereka.

Setelah Muhammaddin mengeluarkan pernyataan ini, banyak media percaya bahwa ia sedang mengklarifikasi komentar sebelumnya.

Namun, CNN mengutip jaringan berita Malaysia hari ini yang mengatakan bahwa seorang asisten Muhammaddin mengungkapkan bahwa komentar-komentar ini diterbitkan oleh Muhammaddin dalam kapasitas pribadinya, tetapi sejalan dengan kebijakan pemerintah Malaysia yang relevan, pemerintah Malaysia. Tidak mengenali komunitas LGBT.

Selain itu, Freedom Malaysia melaporkan hari ini bahwa Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan pada bulan Januari bahwa pemerintahnya tidak akan mentolerir homoseksualitas. Pemerintah Malaysia percaya bahwa pernikahan sesama jenis dan kegiatan LGBT lainnya adalah praktik Barat yang tidak dapat diterima di negara tersebut.

Berita Internasional Terbaru